Mengenal Komponen Rem Tromol dan Cakram Berserta Fungsinya

 

Mengenal Komponen Rem Tromol dan Cakram Berserta Fungsinya

23 Feb 2022
Promo

Rem adalah komponen sepeda motor yang berfungsi untuk memperlambat dan menghentikan putaran roda, sehingga laju kendaraan dapat diturunkan dan dihentikan. Setiap sepeda motor umumnya dilengkapi dengan rem depan dan rem belakang.

Di beberapa tipe sepeda motor, terdapat dua jenis rem yang dibedakan dari cara kerjanya untuk roda depan dan roda belakang, yaitu sistem rem tromol dan sistem rem cakram.

Berikut penjelasan terkait apa itu rem tromol, komponen komponen rem tromol, rem cakram, hingga komponen-komponen rem cakram.

Rem Tromol

Rem tromol adalah sistem pengereman yang mengandalkan gaya gesek antara kampas rem dengan bagian rem tromol untuk memperlambat roda sehingga disebut sebagai sistem mekanik.

Sistem rem tromol bekerja melalui sepasang brake shoes (sepatu rem) yang menekan bagian dalam brake drum (tromol rem) sehingga menghasilkan gaya gesek untuk memperlambat dan menghentikan putaran roda.

Jika arah gesekan pada rem cakram saling mendekati (menjepit), maka rem cakram membutuhkan piringan di tengah dua kampas. 

Sebaliknya, arah gesekan pada rem tromol saling menjauhi sehingga tromol yang terhubung dengan roda diletakan di sisi luar dari dua kampas rem.

Rem tromol umumnya digunakan di motor karena lebih ringan jika dibandingkan rem cakram sehingga menjadi pertimbangan penting, khususnya untuk motor berkapasitas mesin kecil.

Komponen Komponen Rem Tromol

Sistem rem tromol bekerja berkat dukungan banyak komponen yang ada di dalamnya. Berikut komponen komponen rem tromol yang perlu diketahui:

  1. Brake Drum: Komponen ini merupakan bagian rem tromol yang terbuat dari baja tuang. Bentuknya seperti tabung. Komponen ini berfungsi menjadi media gesek kampas rem saat terjadi pengereman.
  2. Brake Lining: Komponen yang biasa disebut kampas rem ini berfungsi sebagai media bergeseknya tromol rem. Kampas rem berperan aktif dalam memperlambat putaran roda motor sehingga harus dicek secara rutin.
  3. Brake Shoe: Brake shoe atau sepatu rem adalah tempat kampas yang bentuknya persegi panjang dan sedikit melengkung. Umumnya, brake shoe menjadi satu dengan kampasnya sehingga saat kampas menipis dan harus diganti. Penggantian dilakukan beserta brake shoeny
  4. Brake Cam Lever: Saat tuas rem ditekan, brake cam lever akan menggerakkan sepatu rem sehingga tromol rem ikut tertekan. Tuas rem ini akan bekerja melalui brake cam di mana bagian ujungnya saling terhubung.
  5. Brake Cam: Komponen ini berfungsi sebagai penekan sepatu rem ketika tuas penggerak bekerja. Komponen ini berada di bagian ujung brake cam lever.
  6. Return Spring: Komponen ini bekerja mengembalikan posisi brake shoe setelah pengereman terjadi. Posisinya berada di antara kedua sepatu rem dalam sistem rem tromol. 

    Saat pengereman selesai, pegas akan menarikan sepatu rem agar kembali ke posisinya sehingga kampas dan drum tak lagi bergesekan.

    Pada sistem pengereman, return spring ada dua macam; pertama Uper Spring yang berfungsi untuk mengembalikan sepatu rem ke tempat asalnya. Pegas tersebut terletak di bagian bawah roda silinder.

    Kedua adalah lower spring yang berfungsi untuk menekan sepatu agar dapat menekan adjusternya.

  7. Tuas Penghubung : Komponen ini merupakan salah satu komponen pada rem tromol yang berada di luar sistem. 

    Bentuknya seperti batangan besi yang terhubung antara tuas penggerak dengan pedal rem.

    Pada bagian ujung tuas penggerak umumnya dilengkapi oleh adjusting screw. Gunanya untuk menyesuaikan ketinggian rem.
  8. Anchor Pin: Komponen ini berfungsi untuk center sepatu rem. Letaknya di bagian pangkal brake shoe. 

Anchor pin bekerja menjaga sepatu rem agar gerakan membuka dan menutupnya berjalan lancar. 

Rem Cakram

Membahas komponen-komponen rem tromol tidak akan bisa lepas dari pembahasan soal rem cakram motor.

Perlu diketahui bersama, rem cakram motor adalah sistem yang bekerja untuk menghentikan putaran roda dengan menggunakan rem dan cakram. 

Ketika pengendara menekan tuas rem, cairan fluida atau minyak rem akan menekan rotor atau disk brake untuk memperlambat roda atau menghentikan kendaraan.

Saat sistem tersebut bekerja, rem akan menjepit bagian cakram sehingga roda yang berputar dapat dihentikan. Sistem juga disebut sebagai rem hidrolik karena memanfaatkan tekanan.

Komponen Rem Cakram

Sistem rem cakram terbilang sangat kompleks. Ada banyak komponen yang membantu kerja rem cakram untuk menghentikan putaran roda sehingga laju kendaraan dapat diperlambat atau dihentikan secara sempurna, diantaranya :

  1. Caliper: Komponen ini berfungsi untuk mengubah tekanan hidrolik menjadi energy gerak berupa tekanan.
  2. Piston: Pada sistem rem cakram, piston berfungsi untuk menekan plat kampas rem sehingga kampas rem bisa menjepit cakram secara merata. Komponen ini berbentuk silinder.
  3. Cakram: Cakram atau disc berfungsi sebagai media yang akan bergesekan dengan kampas rem agar putaran roda dapat dihentikan. Komponen ini menempel pada velg dan menjadi satu kesatuan yang bisa dilepas dan dipasang kembali.
  4. Piston Seal: Piston seal adalah komponen yang berfungsi menarik piston ke tempat semula setelah melakukan pengereman.

    Apa fungsi seal piston pada rem hidrolik di motor lainnya? Komponen rem cakram berbahan karet ini juga bekerja untuk mencegah terjadinya kebocoran minyak rem pada kaliper. 

  5. Nipple Bleed: Komponen ini berfungsi untuk membuang kandungan udara yang ada dalam sistem hidrolik rem.
  6. Brake Pad: Brake pad atau kampas rem merupakan komponen yang bekerja untuk memberikan gaya gesek pada cakram. Komponen ini terbuat dari bahan organic, keramik, dan metal.
  7. Selang Hidrolik: Selang ini menjadi media pengantar minyak untuk menekan cakram. Oleh karenanya, selang ini tidak boleh bocor atau rusak karena akan mempengaruhi kinerja pengereman. Semakin sedikit minyak yang di dalam selang, semakin sedikit pula tekanan atau proses pengereman. 
  8. Bracket Caliper : Bagian ini berfungsi sebagai pengikat atau pegangan caliper rem agar tak bergerak.
  9. Disc Brake Oil Reservoir: Komponen ini merupakan tabung untuk menyimpan cairan fluida cadangan untuk mendukung daya tekan rem agar mampu bekerja maksimal.

Meski memiliki bentuk dan cara kerja berbeda, kedua sistem rem tersebut sama-sama memerlukan perawatan dan pemeriksaan secara berkala agar tetap berkerja secara optimal. 

Terlebih, penggunaan komponen komponen rem tromol maupun rem cakram akan menurun seiring dengan lamanya penggunaan. Karena itu, lakukanlah pemeriksaan dan perawatan sepeda motor secara rutin ke bengkel AHASS terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan secara menyeluruh dari mekanik Honda yang sudah berpengalaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CP & ATP Dasar-Dasat Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi

Rangkuman Materi Sistem Suspensi Sepeda Motor

5 TUGAS K3LH MAPEL DDTJKT KELAS X